Bersyukurlah..

mencintai apa yang dimiliki dan pada tahap selanjutnya memiliki apa yang dicintai.

tahap awal adalah mensyukuri dan kemudian berusaha untuk berbuat lebih baik, klo dari awal udah gak bisa mencintai apa yang udah dikasih ke kita –seakan2 sesuatu yang dikasih ke kita itu menjadi milik kita– bagaimana kita akan merasa sudah diberi sesuatu??

klo terus begitu, perasaan yang muncul akhirnya adalah keharusan untuk mendapatkan sesuatu yang kita mau. bisa2 akhirnya malah jadi kufur nikmat.

sebenernya itu salah satu masalah yang lagi saya hadapin sekarang. kata2 mutiara orang jaman dulu yang bilang bahwa tuhan memberikan yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan, nampaknya terjadi pada kehidupan saya.

rasanya banyak hal yang saya dapat, dan saya sadar itu semua adalah sesuatu yang baik buat saya, tapi rasa2nya gak banyak dari hal2 tadi adalah sesuatu yang saya mau. akhirnya sifat egois muncul, bikin saya merasa jadi orang yang kufur nikmat.

klo suatu saat banyak yang mencela saya karena kekurangan saya, saya dengan cepat menyerap informasi itu, tapi klo ada yang memuji dan dapat melihat kebaikan saya, justru susah sekali mempercayai kata2 mereka. perasaan minder jadi sering hinggap di hati saya.

bagi saya, susah sekali membahagiakan diri sendiri. diri ini punya standar yang terlalu tinggi, menurut saya. sayangnya standar itu gak diikutin sama kemauan dan usaha yang sama besarnya.

diri ini sering stress, klo gak mau dibilang depresi! iya, karena tuntutan dari diri sendiri kadang2 gak mempedulikan hal2 yang udah didapat. jadi seakan2 hal2 baik yang udah didapat adalah sesuatu yang ’semestinya’ didapat. selalu aja ada perasaan ’seharusnya bisa lebih baik’.

ada problem lain yang menurut saya merupakan suatu ‘penyakit jiwa’. klo suatu saat ada yang membicarakan hal2 baik tentang saya, seakan2 diri ini mau membuktikan klo mereka salah (!!). jadi ada ketidakpercayadirian yang begitu tinggi sampe2 klo ada yang muji berarti ada yang salah. sering kepikiran hal2 yang buruk kayak ‘elo kan gak baik!’, atau ‘gak seharusnya lo bisa ngelakuin sesuatu yang baik’. dan alhasil produktifitas terus menurun dan kebaikan2 yang udah saya lakukan gak dapet dukungan dari diri sendiri.

beratnya mengemban sifat kayak gini. pengennya gak nyalahin siapa2, tapi selalu aja memori2 masa lalu muncul dan jadi bahan untuk disalahkan. seharusnya sedalam2nya saya bisa bilang ke masa lalu,"saya memaafkan anda semua, dan saya akan menjadi lebih baik."

إن شاء الله

sekarang sedang mencoba fokus pada kebaikan2 diri dan melupakan keburukan2 yang ada.

"بسم الله......


Tidak ada entri.
Tidak ada entri.